Sabtu, 08 Juli 2017

Terkhusus untuk diriku sendiri, aku mencintaimu.


Bukankah semua sudah direncanakan olehNya ?
Lantas kenapa diri ini harus khawatir untuk suatu hal yang sudah direncanakan oleh Allah. Sang perencana terbaik. yang bahkan lebih tahu diri kita dibandingkan kita sendiri.
Bukan. 
Bukan begitu. Lebih tepatnya mungkin karena ego ini terlalu tinggi. diri ini terlalu lemah untuk mengakui apa yang diinginkan belum tepat. Atau untuk mengakui apa yang diinginkan tidak tercapai. Tapi bukankah wajar jika harus kecewa? Bukankah wajar jika diri ini bersedih? Bukankah wajar jika diri ini terluka? Kurasa tak masalah.
Bahkan tak masalah jika sampai harus menangis terseduh. 

Tapi coba pikirkan kembali, kecewa akan selamanya menjadi kecewa, sedih akan selamanya menjadi sedih, dan terluka akan selamanya menjadi terluka jika kita tidak membesarkan hati ini, jika kita tidak berusaha menerima dengan hati yang lapang apa yang sudah ditetapkanNya untuk kita. Tersenyumlah, dan katakan. Tak masalah, semua akan baik-baik saja, aku punya Allah yang maha baik, yang punya rencana terbaik untukku. Ayo cukup menjadi lebih baik, jangan menjadi pecundang yang jatuh terlalu lama. Bangkitlah, meski sulit tapi bangkitlah untuk menjemput apa yang telah Allah siapkan untuk kita. Man shabara zhafira. Bukankah kata Allah orang yang bersabar akan beruntung? 
Ayo hatiku, ayo diriku. Aku tau kau terluka untuk banyak hal. Tapi mari kita bangkit bersama. Tak ada gunanya menyimpan luka. mari memaafkan orang2 yang menyakitimu. Demi kebahagianmu sendiri.
dan kurasa setiap orang pernah melakukan kesalahan bukan? termasuk dirimu sendiri.
Ambilah dirimu diposisi itu. Diposisi orang yang menyakitimu. Apa yang akan kau katakan ?
Tidak sengaja ? Kau tidak bersalah ? Kau tak merasa itu buruk dan menyakiti orang lain ? Atau kau hanya khilaf ? Ayolah, tidak ada manusia yang sempurna. memaafkan orang lain bahkan sekalipun mereka tidak merasa bersalah sedikitpun, kurasa itu akan menjadi langkah kebaikan untuk hidupmu. Aku tau, sulit memang. Bahkan amat sulit. Tapi cobalah. Setidaknya demi ketenangan jiwamu. Kau tau? Allah amat menyukai orang pemaaf. Bukankah suatu kebahagian yang luar biasa ketika kita disukai Allah?
dan

Beranikanlah diri untuk meminta maaf. bahkan ketika kau bilang kau tidak sengaja, kau tidak salah, kau khilaf, kau lakukan demi kebaikannya, atau apalah alasanmu. Tapi ketika orang lain sakit hati karenamu, maka kau bertanggung jawab untuk itu. Meskipun sebenarnya aku tau. Kau pemberani yang luar biasa bukan? Kau pasti bisa melakukan itu. Jangan takut. Allah bersama kita. Selalu.

1 komentar: