Sabtu, 13 Juni 2015

Aku dan Kamu


Aku dan kamu..
Mungkin dua kata yang berbeda..
Dua raga yang berbeda..
Dua sifat yang berbeda, juga dua pikiran yang berbeda, yang berharap disatukan dalam satu keridhoan allah.  

Jumat, 16 Agustus 2013

Cerita Bersambung

Dan Ketika Aku Mencintai Hujan
series3
ara-


    "Sakura-chan.. " aku menoleh ke arah suara yang memanggil namaku itu. aku terpaku, terdiam menatap sosok lelaki dihadapanku. 
"Ame-kun .. " aku berusaha menjawab panggilannya, namun yang terdengar hanya gumaman kecil dari bibirku. beberapa pekan terakhir persahabatan aku dan Ame-kun sedikit renggang. entah apa yang menyebabkan demikian, mungkin karena kami berdua sama-sama egois. 

    "Sakura-chan... akogare ne.." terdengar ucapan indah dari bibir ame-kun. mungkin Ame tak pernah tahu, kalau setiap saat aku selalu menantinya, entah sejak kapan aku selalu mengharapkan kehadirannya. aku bahkan tak pernah menyadari itu.

Rabu, 14 Agustus 2013

Cerita Bersambung

Dan Ketika Aku Mencintai Hujan
series2
ara-


            Hari itu aku bersekolah seperti biasa, belajar sampai menjelang sore hari. Dari pagi hingga menjelang sore cuaca mendung menyelimuti kota yang biasanya sangat panas itu. Tapi kali ini, mendung bertahan hingga aku mencapai parkiran sekolah untuk bergegas pulang. seperti dugaanku, mendung kan berganti hujan. Tapi kali ini hanya rintikan hujan dan itu tak terlalu mengangguku untuk pulang ke rumah. dengan sebuah sepeda motor, aku melaju perlahan mengikuti jalan aspal yang mulai dipenuhi rintikan hujan. perlahan.. tapi pasti. Beberapa kali motorku disalip siswa siswi lain yang juga hendak bergegas pulang. namun aku tetap santai, dan menikmati suasana dari sore itu. Dari atas motor, tangan kiriku menengadah ke langit mencari-cari

Selasa, 13 Agustus 2013

Cerita Bersambung

Dan Ketika Aku mencintai Hujan
series1
ara-

          Aku lupa saat itu bulan apa, tapi yang pasti itu terjadi tahun 2013. saat itu di kotaku sedang musim hujan. aku suka hujan, hmm lebih tepatnya aku mencintai hujan. walaupun terkadang hujan sangat menjengkelkan dan merepotkanku. tapi, aku tetap menyukainya, karena itu salah satu anugerah tuhan yang menakjubkan. selalu ada kedamaian disetiap tetesan air hujan, oleh sebab itu ketika hujan tiba aku sengaja membuka kedua tanganku menghadap langit agar air hujan yang damai itu dapat menyentuh jemari tanganku dengan lembut, dan seketika itu aku dapat merasakan kedamaian ketika air hujan itu memasuki sela-sela jemari tanganku. sangat mengasikkan.

Senin, 06 Mei 2013

laporan praktikum titrasi asam-basa


PEMERINTAH KABUPATEN LAHAT
DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN LAHAT
SMA NEGERI 4 LAHAT
Akreditasi A
Jalan TanjungPayang Kec. Lahat Telp. 0731-326660/32662
WORKSHEET
   
Hari/tanggal                        :  Rabu, 03 April 2013
Nama Kelompok                :  1. Ade Rizky Amalia
                                               2. Alfira Mutiara
                                               3. Meza Belindiani Azzahra
Kelas                                  : XI IPA 1
Mata Pelajaran                    : Kimia
I.          Judul                    : Larutan Penyangga
II.       Tujuan                  :  
1. Membedakan larutan penyangga dan bukan larutan penyangga berdasarkan percobaan.
2. menjelaskan komponen dan cara kerja larutan penyangga.
3. menentukan pH larutan berdasarkan prinsip kesetimbangan.
4. menjelaskan fungsi larutan penyangga dalam kehidupan sehari-hari.
III.    Landasan Teori    :
Titrasi adalah suatu cara penentuan kadar suatu larutan dengan menambahkan larutan penguji yang dapat bereaksi dengan larutan, yang ingin ditentukan kadarnya. Larutan penguji disebut “TITRAN” sedangkan larutan yang ingin diuji kadarnya disebut “TITRAT / TITER”.
Titrasi asam basa melibatkan asam maupun basa sebagai titrat ataupun titran. Titrasi asam basa berdasarkan reaksi penetralan. Kadar larutan asam ditentukan dengan menggunakan larutan basa dan sebaliknya.
Titran ditambahkan titer sedikit demi sedikit sampai mencapai keadaan ekuivalen (artinya secara stoikiometri titran dan titrat tepat habis bereaksi). Keadaan ini disebut sebagai “titik ekuivalen”.
Pada saat titik ekuivalent ini maka proses titrasi dihentikan, kemudian kita mencatat volume titrat yang diperlukan untuk mencapai keadaan tersebut. Dengan menggunakan data volume titran, volume dan konsentrasi titrat maka kita bisa menghitung kadar titran.

Minggu, 05 Mei 2013

laporan praktikum hidrolisis garam


PEMERINTAH KABUPATEN LAHAT
DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN LAHAT
SMA NEGERI 4 LAHAT
Akreditasi A
Jalan TanjungPayang Kec. Lahat Telp. 0731-326660/32662
WORKSHEET
   
Hari/tanggal                        :  Selasa, 03 Mei 2013
Nama Kelompok                :  1. Ade Rizky Amalia
                                               2. Alfira Mutiara
                                               3. Meza Belindiani Azzahra
Kelas                                  : XI IPA 1
Mata Pelajaran                    : Kimia
I.          Judul                    : Hidrolisis Garam
II.       Tujuan                  :  
1. menjelaskan sifat asam-basa larutan garam
2. menjelaskan dan menentukan jenis garam yang dapat terhidrolisis dalam air   melalui percobaan
3. mengukur dan menghitung pH larutan garam yang terhidrolisis
III.    Landasan Teori    :
Pengertian Hidrolisis
Hidrolisis merupakan istilah yang umum digunakan untuk reaksi zat dengan air (hidrolisis berasal dari kata hydro yang berarti air dan lysis yang berarti penguraian). Menurut konsep ini, komponen garam (kation atau anion) yang berasal dari asam lemah atau basa lemah bereaksi dengan air (terhidrolisis) membentuk ion H3O+ (=H+) atau ion OH-. Hidrolisis kation menghasilkan ion H3O+, sedangkan hidrolisis anion menghasilkan ion OH-.
Sebagaimana kita ketahui bahwa larutan asam direaksikan dengan larutan basa akan membentuk senyawa garam. Jika kita melarutkan suatu garam ke dalam air, maka akan ada dua kemungkinan yang terjadi, yaitu:
·         Ion-ion yang berasal dari asam lemah (misalnya CH3COO–, CN–, dan S2–) atau ion-ion yang berasal dari basa lemah (misalnya NH4+, Fe2+, dan Al3+) akan bereaksi dengan air. Reaksi suatu ion dengan air inilah yang disebut hidrolisis. Berlangsungnya hidrolisis disebabkan adanya kecenderungan ion-ion tersebut untuk membentuk asam atau basa asalnya.
Contoh:
CH3COO + H2O           CH3COOH + OH

NH4+ + H2O         NH4OH + H+

·         Ion-ion yang berasal dari asam kuat (misalnya Cl–, NO3–, dan SO42–) atau ion-ion yang berasal dari basa kuat (misalnya Na+, K+, dan Ca2+) tidak bereaksi dengan air atau tidak terjadi hidrolisis. Hal ini dikarenakan ion-ion tersebut tidak mempunyai kecenderungan untuk membentuk asam atau basa asalnya.
Na+ + H2O              tidak terjadi reaksi
SO42- + H2O    tidak terjadi reaksi

Laporan praktikum larutan penyangga


PEMERINTAH KABUPATEN LAHAT
DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN LAHAT
SMA NEGERI 4 LAHAT
Akreditasi A
Jalan TanjungPayang Kec. Lahat Telp. 0731-326660/32662
WORKSHEET
   
Hari/tanggal                        :  Selasa, 02 April 2013
Nama Kelompok                :  1. Ade Rizky Amalia
                                               2. Alfira Mutiara
                                               3. Meza Belindiani Azzahra
Kelas                                  : XI IPA 1
Mata Pelajaran                    : Kimia
I.          Judul                    : Larutan Penyangga
II.       Tujuan                  :  
1. Membedakan larutan penyangga dan bukan larutan penyangga berdasarkan percobaan.
2. menjelaskan komponen dan cara kerja larutan penyangga.
3. menentukan pH larutan berdasarkan prinsip kesetimbangan.
4. menjelaskan fungsi larutan penyangga dalam kehidupan sehari-hari.
III.    Landasan Teori    :
Larutan penyangga atau larutan buffer adalah larutan yang dapat mempertahankan pH tertentu terhadap usaha mengubah pH, seperti penambahan asam, basa, ataupun pengenceran. Dengan kata lain pH larutan penyangga tidak akan berubah walaupun pada larutan tersebut ditambahkan sedikit asam kuat, basa kuat atau larutan tersebut diencerkan.
Larutan penyangga dibedakan atas larutan penyangga asam dan larutan penyangga basa. asam lemah (HA) dengan basa konjugasinya (A–).

basa lemah (B) dengan asam konjugasinya (BH+).


a. Larutan penyangga asam mengandung suatu Contoh:
CH3COOH + NaCH3COO (komponen bufer: CH3COOH dan CH3COO–)
b. Larutan penyangga basa mengandung Contoh:
NH3 + NH4Cl (komponen bufer: NH3 dan NH4+)
Seperti yang telah diketahui dalam menghitung pH larutan, penambahan sedikit asam kuat akan mengubah pH larutan (kecuali larutan penyangga) secara drastis. Tetapi, ada suatu kondisi dimana pH harus dijaga supaya tetap konstan ketika asam atau basa ditambahkan ke dalam larutan.